Club EJ yang dulunya glamor tiba-tiba mengalami pengambilalihan paksa. Sama halnya dengan industri kelab malam pada umumnya, masa kejayaan manajer kelab ini telah berakhir, meskipun tempat itu telah berdiri kokoh di East Tsim Sha Tsui selama berpuluh-puluh tahun. Situasi menjadi semakin buruk karena CEO barunya tak lain adalah mantan istrinya yang dikenal sangat kejam dan ambisius.
